Bisnis

Bisnis Barbershop: Modal, Untung, & Tips Biar Selalu Ramai

Dalam beberapa tahun terakhir, usaha barbershop atau pangkas rambut pria mengalami perubahan yang cukup signifikan.

Bagi Anda yang ingin memanfaatkan hasil investasi secara produktif, Reksadana bisa menjadi solusi pendanaan ideal untuk memulai bisnis potensial seperti ini.

Dulunya, Anda mungkin mengetahui bahwa layanan pangkas rambut hanya sebatas melayani potong rambut saja. Namun, dengan semakin populernya self-care dan male grooming, barbershop kini hadir dengan berbagai layanan, mulai dari keramas, pijat, styling, toning, dan lain-lain.

Apakah Anda tertarik? Jika demikian, mari simak artikel ini yang akan membahas seputar kisaran modal, potensi keuntungan, dan tips menjalankan bisnis barbershop agar selalu ramai pengunjung.

Kisaran Modal Awal Membuka Bisnis Barbershop

Meski bisnis barbershop saat ini sangat populer, jangan buru-buru memulai. Sebaiknya, pahami dulu berapa besaran modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha ini:

1.    Biaya Sewa Lokasi Usaha

Lokasi adalah satu satu faktor penentu kesuksesan suatu bisnis, tak terkecuali bisnis barbershop. Saat Anda mempertimbangkan untuk membuka usaha barbershop, usahakan untuk menyewa tempat di lokasi yang strategis.

Misalnya yang dekat dengan pusat perbelanjaan, perkantoran, pabrik, kampus, atau kawasan padat penduduk yang cenderung memberikan trafik pengunjung yang tinggi. Namun, perlu Anda ingat bahwa biaya sewanya tentu akan lebih mahal dibandingkan lokasi biasa.

2.    Biaya Beli Peralatan

Selanjutnya, Anda juga perlu menyiapkan modal untuk membeli peralatan untuk menunjang operasional barbershop Anda nantinya, di antaranya:

Perlengkapan Utama Perlengkapan Pendukung
Kursi barber hidrolik Perabotan (meja resepsionis, area tempat duduk, rak, dan lain-lain)
Clipper dan trimmer Cermin
Gunting shears dan razor Tempat cuci rambut
Pisau cukur Overhead lighting
Peralatan styling (sisir, brush, dan laub-lain) Peralatan sanitasi
Styling product (hair spray, pomade, hair gel, dan lain-lain) Handuk
Blow dryers Strip leher
Produk perawatan rambut (shampo, kondisioner, serum, dan lain-lain)  
Peralatan operasional (listrik, air, kebersihan, dan lain-lain)  

Untuk membeli peralatan di atas, modal yang Anda butuhkan estimasinya mungkin di angka Rp10 juta – Rp20 juta. Kabar baiknya, Anda bisa mengalokasikan imbal hasil dari investasi Reksadana Anda untuk pengadaan peralatan ini.

3.    Biaya Renovasi

Selain peralatan, aspek visual juga memiliki peran besar dalam menarik perhatian pelanggan barbershop. Oleh sebab itu, pikirkan juga tentang desain interior tempat usaha Anda supaya pelanggan merasa betah dan lebih percaya terhadap kualitas layanan yang Anda tawarkan.

Besaran biaya renovasinya tentu bergantung pada konsep yang Anda pilih serta luas ruangan yang akan ditata, bisa mulai dari Rp1 juta untuk mempercantik sudut-sudut ruangan.

4.    Biaya Promosi dan Branding

Yang tak kalah penting, Anda juga perlu mengalokasikan anggaran khusus untuk promosi dan branding.

Ada berbagai cara yang bisa Anda lakukan, mulai dari memanfaatkan media sosial, mencetak banner dan brosur, menawarkan potongan harga menarik untuk grand opening, hingga menjalin kerjasama dengan influencer lokal.

Prospek Keuntungan Bisnis Barbershop

Sebagai gambaran, satu barbershop umumnya mampu melayani antara 20 hingga 40 pelanggan setiap harinya. Dengan asumsi harga layanan berkisar antara Rp50.000-Rp100.000 per orang, maka pendapatan kotor per hari bisa mencapai Rp2 juta sampai Rp4 juta.

Selanjutnya, jika dikalikan selama satu bulan operasional, potensi omzet bulanan dapat menyentuh angka Rp60 juta – Rp120 juta.

Setelah memperhitungkan berbagai biaya operasional seperti sewa tempat, gaji karyawan (bila ada), listrik, dan pembelian produk grooming, margin keuntungan bersih yang tersisa biasanya berada di kisaran 30%-50%.

Tips agar Barbershop Selalu Ramai Pengunjung

Berikut beberapa strategi agar bisnis barbershop Anda tak hanya ramai, tetapi juga bertahan lama:

1.    Pilih Lokasi yang Strategis

Pastikan tempat usaha Anda mudah diakses, terlihat jelas dari jalan, dan berada di area dengan lalu lintas pengunjung yang tinggi. Contohnya seperti area sekolah, kampus, rumah sakit, perkantoran, pusat kuliner, dan lain-lain.

2.    Tentukan Konsep yang Jelas

https://www.freepik.com/free-photo/chairs-green-male-barbershop-retro-style_26372671.htm#fromView=search&page=1&position=10&uuid=b7c7d01f-9c70-4a0c-a363-ed224c3f37b7&query=crowd+barbershop

Luangkan juga waktu Anda untuk merancang konsep barbershop yang sesuai dengan karakteristik target pasar Anda. Pertama, ada konsep vintage untuk menyasar pelanggan yang menyukai nuansa klasik dan potongan rambut bergaya retro.

Kedua, jika Anda ingin menarik perhatian anak muda yang mengikuti tren, mungkin konsep modern dengan desain minimalis akan cocok.

Ada juga konsep barbershop premium jika target pasar Anda adalah orang-orang yang bersedia membayar lebih untuk mendapatkan layanan tambahan seperti pijat kepala, facial, hingga welcome drink dan snack.

3.    Sediakan Promo dan Membership

Untuk menjaga loyalitas pelanggan dan mendorong kunjungan berulang, coba tawarkan potongan harga di hari-hari tertentu serta program membership.

Untuk mendukung operasional ini, Anda bisa mengalokasikan imbal hasil dari Reksadana sebagai sumber pendanaan.

4.    Aktif di Media Sosial

Untuk membangun brand awareness sekaligus meningkatkan daya saing bisnis barbershop Anda, manfaatkanlah media sosial sebagai alat pemasaran.

Bagikan konten yang menarik dan relevan secara rutin, misalnya menampilkan hasil potongan rambut before after, membagikan ulasan positif, atau mengumumkan promo terbaru.

Investasi Reksadana Lebih Cerdas bersama perbankan prioritas DBS Treasures

Melihat potensi bisnis barbershop yang menjanjikan, langkah awal yang dapat Anda ambil adalah mengoptimalkan dana investasi melalui Reksadana di DBS Treasures sebagai mitra tepercaya.

Sebagai perbankan prioritas, DBS Treasures menawarkan dua keunggulan utama yang sulit Anda temukan di perbankan lain.

Pertama, dana Anda akan didiversifikasi ke berbagai jenis aset investasi guna menurunkan risiko. Selain itu, jika Anda berniat membeli, menjual, switching, sampai registrasi SID (Single Investor Identification), tak perlu ribet karena bisa Anda lakukan melalui Aplikasi digibank by DBS. Makin mudah dan praktis, kan?

Anda juga akan didukung analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI-ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.

Jangan biarkan rancangan bisnis Anda hanya menjadi angan-angan. Anda bisa mewujudkannya dan maksimalkan hasilnya dengan berinvestasi di perbankan prioritas DBS Treasures.

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *